Transparansi Penggunaan Anggaran

Transparansi Penggunaan Anggaran
Lambang Kabupaten Sukabumi

Analisis Pembiayaan
Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman, serta penerimaan piutang daerah.

Kerangka Pendanaan
Pada bagian kerangka pendanaan pembangunan Kabupaten Sukabumi periode 2016-2021 akan memberikan gambaran tentang proyeksi pendapatan, Proyeksi Sisa Lebih Riil Perhitungan Anggaran (SILPA), dan Proyeksi Belanja daerah.
a. Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan merupakan target pendapatan yang diharapkan akan tercapai oleh suatu daerah untuk melaksanakan perencanaan pembangunan daerah, dalam hal ini Kabupaten Sukabumi. Penentuan proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Sukabumi dilakukan berdasarkan pada data dan informasi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan positif maupun pertumbuhan negatif pendapatan daerah yang secara umum dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Angka rata-rata pertumbuhan pendapatan daerah masa lalu
2. Asumsi indikator makro ekonomi (PDRB/laju pertumbuhan ekonomi, inflasi dan lain-lain);
3. Kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah; dan
4. Kebijakan dibidang keuangan negara.

Pendanaan selama 5 (lima) tahun dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Prioritas I, digunakan untuk alokasi belanja pengeluaran wajib/mengikat dan Prioritas Utama.
2. Prioritas II, digunakan untuk alokasi agenda prioritas pembangunan kepala daerah dan Urusan lainya di luar Agenda prioritas pembangunan.
3. Prioritas III, digunakan untuk alokasi Belanja Tidak Langsung Lainnya seperti Bantuan Sosial, Hibah, dan lain sebagainya.